Feeds:
Posts

Archive for September, 2016

Semangatku

Lama nian diri ini ndak berbagi kisah. Ya, beberapa hari yang lalu merupakan agenda padat merayap ndak pakai kuah tapi (dikira bakso mungkin ya). Dan beberapa hari yang lalu, diri ini selalu berangkat pagi pulang malam (sekolah dan ngampus). Ditambah setiap pulang kerja tak dapat melihat senyum kehangatan dari ibunda tersayang, bagai daging tanpa tulang pokokya, Lemes banget (bahasa jawanya “mber mber”). 

Dan di pagi hari ini, terdengar bunyi  panggilan telpon dari ibunda tersayang. Dengan semangat ku angkat panggilan tersebut dan menanyakan kabar ibunda. Senang tak terkira ketika ibunda mengabari bahwa beliau sudah berada di rumah. Namun apa  daya diri ini tak dapat pulang lebih awal karena harus memenuhi kewajiban di sekolah dan kampus. Pukul 17.30 menjelang maghrib diri ini pulang ke rumah. Setibanya di rumah, diri ini tak sabar ingin melihat senyum kasih sayang ibunda.Namun, belum dapat melihatnya. Kupanggil ibundaku namun tak ada jawaban sama sekali. 

Ku coba menghubungi nomor telponnya dan Alhamdulillah di angkat. Beliau ternyata sedang membeli makanan kesukaanku, dan minta dijemput karena hari sudah petang. Meski capek kerja seharian penuh, namun demi melihat senyum kasih sayangnya, diri ini terus semangat. Sampai tempat penjemputan, saya melihat sosok ibunda yang tersenyum melihat kedatanganku. Pada saat itu juga tubuh ini tak merasakan letih apapun. Sampai di rumah kami makan malam bersama dan berbincang-bincang tentang cerita hari-hari yang lalu.

Semangatku adalah ibundaku. Dan senyum kasih sayangnya adalah semangatku. Love you mom. Have a nice day. Syukur Alhamdulillah padaMu Ya Allah yang telah menghadiahkan ibunda dengan kasih sayang luar biasa kepadaku.

Read Full Post »

Tanpa judul

Di malam yang sunyi ini, ketika jiwa dan raga ini terasa lelah dengan aktivitas padat seharian penuh, mata ini terasa sulit untuk terpejam. Tiba-tiba terbayang sebuah nama dia dan moment bersamanya. Ya, moment singkat dan kami saling berpisah tanpa ada sepatah kata apapun. Sebetulnya ada pertanyaan yang belum sempat kutanyakan padanya. Semoga suatu saat nanti kita dapat mengulangi moment singkat tersebut dan kutanyakan pertanyaan itu lagi. Dan semoga saja belum terlambat.

Sudah malam ndak usah ngelindur. Saatnya tidur. See you next moment. Udah cepet tidur. Zzzzzzz….

Read Full Post »

Saya dan teman saya

Dari judulnya sepertinya ada hubungan yang gimana gitu. Eits, jangan salah sangka. Teman saya (dosen muda Universitas Ahmad Dahlan) yang satu ini dulu tinggalnya se RT (bukan sekamar yang jelas), adik kelas saya di zaman majapahit (SMA dulu gaptek teknologi) namun punya keberuntungan. Setelah lulus SMA, saya dan teman saya ini sudah janji akan melanjutkan studi ke Universitas Gajah Mada. Kondisi saya dan teman saya ini bisa dibilang sebelas dua belas. Waktu lulus SMA, saya sudah bertekad buat daftar ke UGM. Namun sebab yang sangat jelas dan tidak dapat dipungkiri (keadaan ekonomi dan kesehatan orang tua), saya pun kandas utk masuk ke UGM. Teman saya pun bisa memaklumi keadaan saya pada waktu itu.

Dan masa yang ditunggu oleh teman saya akhirnya datang juga. Masa kelulusan dan masa melanjutkan studi ke UGM. Keadaan orang tuanya hampir sama dengan saya, hanya saja orang tuanya masih sehat ridho buat anaknya ngelanjutin kuliah di luar kota. Dia ambil S1 teknik mesin. Setelah lulus, dia mendapat tawaran S2 di seoul, korea. Orang tuanya ridho meski tidak bisa meluk anaknya selama 2 tahun. Setelah selesai studi, teman saya main ke rumah saya dan ngobrol ngalur ngidul ngetan ngulon nggak genah. Sampai ke percakapan yang serius. Dia ingin jadi dosen di UNSIQ, mau menemani saya dan juga mau berbakti sama ibunya. Saya menolaknya, bukan saya takut kesaing, namun dia lebih pantas mendapatkan penghargaan tertinggi di dunia pendidikan. Akhirnya, saya mengusulkan buat daftar di UAD, jogja. Akhirnya dia diterima dan sdh mengajar mulai semester ini. 

Dan kabar baiknya, di tahun ini dia akan menikah dengan pujaan hatinya (tetangga saya dulu satu RT dan teman main waktu kecil). Namun, kami selalu berkomunikasi dan sering bercanda. Dan yang paling buat kami pede buat jadi dosen adalah kami selalu terlihat lebih muda dibandingkan mahasiswa kami (untuk beberapa tahun saja mungkin). Dan banyak penggemar yang kami cuekin (sifat asli saya dan teman saya sama). Namun, untuk tahun ini saya juga akan  fokus membangun bahtera rumah tangga.

Salam dari saya dan teman saya (oka adiyanto)

Read Full Post »

Di zaman perkembangan teknologi yang sangat luar biasa ini, telekomunikasi dapat dilakukan antar personal tanpa mengenal jarak dan waktu. Teknologi sudah mempermudah manusia untuk melakukan komunikasi dengan manusia yang lain, namun bukan untuk mempermudah yang sudah dimudahkan. Maksudnya, aturan dalam komunikasi dan percakapan antar personal dengan menerapkan teknologi (menggunakan Handphone dan alat komunikasi lainnya) tetap harus sesuai dengan etika dan norma yang berlaku layaknya saat berkomunikasi secara langsung (bertemu). Jangan sampai

(more…)

Read Full Post »

Rahasia Dosen

Sekedar share tentang pengalaman dan kehidupan pribadi seorang dosen, yang mungkin ingin diketahui oleh mahasiswa. Kebanyakan sifat yang dibahas dalam artikel berikut adalah benar (bisa dikatakan curhat).

http://portalsemarang.com/inilah-25-rahasia-dosen-yang-wajib-diketahui-mahasiswa

Read Full Post »

Dalam setiap perkuliah dan pertemuan yang saya lakukan, setidaknya saya menyampaikan materi dan nasehat. Namun, kebanyakan mahasiswa salah mengartikan nasehat saya. Banyak juga mahasiswa hanya mendengar nasehat saya dari telinga kanan kemudian keluar telinga kiri. Terutama mahasiswa yang hanya mencari nilai semata dengan berbagai cara, termasuk mendekati saya secara intensif.

(more…)

Read Full Post »

Untukmu Ibu

Setiap pagi engkau selalu menyambutku dengan senyuman

Setiap pagi pula engkau  selalu menasehatiku sebelum berangkat bekerja meski aku sudah dewasa

Setiap pulang larut malam, engkau selalu menelponku

Setiap hari engkau selalu menunggu kedatangan anakmu ini, meski sampai larut malam

Setiap hari pula engkau membuatkan teh hangat untukku

Engkaulah ibu yang menjadi penentram ketika jiwa ini resah

Engkaulah ibu yang menjadi curahan hatiku

Semua yang engkau lakukan tak akan pernah dapat kubalas

Semua yang engkau berikan tak akan pernah dapat kuganti

Namun, selama jiwa dan raga ini masih menyatu, aku akan selalu mendoakanmu Ibu

Aku akan selalu berbakti kepadamu duhai Ibu

Aku akan menjagamu Ibu

Aku akan merawatmu Ibu

Aku tidak akan mengecewakamu Ibu

Aku akan mengantarkanmu Ibu

Aku akan berjalan bersamamu Ibu

Aku akan menjaga keharmonisan keluarga.

Read Full Post »

Older Posts »